Pematangsiantar -Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali menguat di Pematangsiantar. Hal ini terlihat dalam kegiatan peletakan batu penjuru pembangunan Gereja PI GMI Karang Sari Permai yang digelar di Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Sabtu (18/4/2026).
Prosesi berlangsung khidmat, menandai dimulainya pembangunan gereja yang diharapkan menjadi pusat kegiatan rohani sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.
TNI Beri Dukungan Nyata untuk Kerukunan
Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Koramil 01/Siantar Utara Kodim 0207/Simalungun, Kapten Inf. Zulfan Bahri Hutabarat, bersama satu orang anggota.
Kehadiran TNI menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sarana ibadah serta upaya menjaga kerukunan umat beragama di wilayah binaan.
“Kehadiran aparat TNI menunjukkan komitmen dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas wilayah, khususnya dalam kehidupan beragama,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Dihadiri Tokoh Agama dan Pemerintah
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Pdt. Bonar Panjaitan MTH, perwakilan Wali Kota Pematangsiantar Hendra Simamora, S.SSTP, Lurah Tambun Nabolon Tri Yunita, SE, serta perwakilan dari BI Saut Tambunan, S.Pd.
Dalam sambutannya, para tokoh menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar proyek fisik.
“Ini adalah simbol kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat,” ujar salah satu perwakilan.
Antusiasme Warga Warnai Prosesi Peletakan Batu
Masyarakat setempat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Prosesi peletakan batu penjuru menjadi simbol dimulainya pembangunan yang penuh harapan.
Gereja ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan spiritual bagi jemaat di wilayah tersebut.
Cerminan Toleransi dan Sinergi di Daerah
Menurut Pendim 0207/ Simalungun, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bukti kuatnya nilai toleransi di tengah keberagaman.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa keharmonisan antarumat beragama di Pematangsiantar tetap terjaga dan menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.




