TNI AL Kerahkan 7 KRI dan Armada Udara untuk Percepat Penanganan Bencana di Sumatera dan Aceh

By Parlindungan - Thursday, 04 December 2025
Konferensi pers di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Baseops Halim Perdanakusuma
Konferensi pers di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Baseops Halim Perdanakusuma

Jakarta — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menyampaikan perkembangan terbaru terkait dukungan TNI AL dalam penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Baseops Halim Perdanakusuma, Kamis (4/12/2025).

TNI AL Kerahkan 7 KRI dan 3 Kapal Rumah Sakit

Laksamana Ali menjelaskan bahwa saat ini tujuh KRI telah beroperasi di wilayah terdampak. Penguatan armada tersebut meliputi:

1. Dua kapal rumah sakit yang akan siaga di Lhokseumawe telah singgah di Aceh Tamiang

2. Satu kapal rumah sakit yang ditempatkan di Sibolga

 Enam kapal perang, yakni:

1. KRI Semarang-594

2. KRI Teluk Gilimanuk-531

3. KRI dr. Suharso-990

4. KRI Radjiman Wedyodiningrat-992

5. KRI Sutedi Senaputra-378

6. KRI Teluk Banten-516

Untuk memperkuat suplai energi di daerah terdampak, TNI AL juga akan menambah KRI Bontang-907, kapal tanker yang akan menunjang kebutuhan bahan bakar termasuk untuk diesel generator.

Dukungan Udara Ditambah untuk Operasi Air Dropping

Selain armada laut, TNI AL telah mengerahkan lima helikopter, dan berencana menambah pesawat Fixed Wing Cassa untuk mendukung operasi air dropping, terutama menuju wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

Kasal: TNI AL Siaga dan Responsif

Laksamana Ali menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk memberikan respons cepat dalam situasi darurat. Ia memastikan bahwa personel TNI AL terus diterjunkan secara maksimal untuk membantu masyarakat dan mempercepat proses penanganan di lapangan.