Tinjau Lokasi Banjir di Tukka, Bupati Masinton Pasaribu Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

By Sehat Siahaan - Saturday, 03 January 2026
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau aliran sungai yang meluap akibat banjir susulan di Kecamatan Tukka, Jumat (2/1/2026), sekaligus memastikan proses normalisasi sungai berjalan optimal.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau aliran sungai yang meluap akibat banjir susulan di Kecamatan Tukka, Jumat (2/1/2026), sekaligus memastikan proses normalisasi sungai berjalan optimal.

Tapteng– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Jumat (2/1/2026) dini hari hingga sore hari kembali memicu banjir susulan di sejumlah wilayah.

Luapan air sungai menggenangi permukiman warga dan menutupi badan jalan di beberapa titik di Kecamatan Tukka.

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, SH, MH, turun langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Pasar Onan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, dan Kelurahan Bonalumban, Jumat (2/1/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan proses normalisasi sungai terus berjalan guna mencegah luapan air kembali masuk ke permukiman warga.

Masinton Pasaribu menegaskan, aliran sungai harus dipastikan lancar dan aman, serta ke depan akan dilakukan pembangunan tanggul di sepanjang bantaran sungai sebagai langkah mitigasi bencana.

Usai dari Pasar Onan Tukka dan Bonalumban, Bupati melanjutkan peninjauan ke Sungai Aek Sigalagala dan Sungai Aek Harsa di Kelurahan Hutanabolon. 

Di lokasi itu, Bupati berdialog dengan warga yang berencana kembali ke Dusun Huraba, Desa Sait Kalangan II, yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Kepada Kepala Desa Sait Kalangan II dan Desa Hutanabolon, Bupati berpesan agar segera menyiapkan lahan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana.

Di Kelurahan Hutanabolon, Bupati Tapteng juga bertemu dengan Danrem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso dan Dandim 0211/Tapanuli Tengah Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, S.Hub.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam susulan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tapteng, Jusmar Efendi Simamora, S.T., M.T., menjelaskan bahwa banjir disebabkan curah hujan yang sangat tinggi, sehingga debit air sungai melebihi daya tampung dan meluap dari tanggul yang ada.

Menurutnya, Pemkab Tapteng telah melakukan normalisasi di sejumlah sungai, antara lain Sungai Aek Pintubosi (Pasar Onan Tukka), Aek Siaili (Bonalumban), Aek Harse, Aek Sigalagala, dan Aek Sialang (Hutanabolon) sejak masa tanggap darurat hingga saat ini.

“Normalisasi dilakukan dengan membersihkan sedimentasi dan batang kayu sisa banjir bandang serta longsor. Meski debit air tinggi, air cepat surut. Hal ini terlihat saat Bupati berkunjung ke lokasi,” ujar Jusmar.

Ia mengakui proses normalisasi masih membutuhkan waktu mengingat panjang aliran sungai, namun pihaknya akan terus bekerja hingga tuntas.

Saat ini, Pemkab Tapteng mengerahkan alat berat, termasuk excavator capit, excavator long arm, dan excavator standar di wilayah Bonalumban dan Hutanabolon.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Boy Rahman Hasibuan, SIP, MAP, Kadis PUPR Tapteng, Plt Kepala DPMPTSP Tapteng, Plt Kasatpol PP Tapteng, para lurah, serta Kepala Desa Sait Kalangan II.[]