SIANTAR, Terminal Tipe A Tanjung Pinggir sudah beroperasi sejak 15 Desember 2025 dan para Pengusaha Otobus (PO) sudah pada naik-turun kan penumpang di terminal, namun Wasatpel (Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir) yang di bawah naungan langsung Kematian/BPTD Sumatra Utara malah pesimis.
Hal tersebut terungkap saat kunjungan wakil Walikota Pematangsiantar Herlina ke terminal Tanjung Pinggir. Rita Sinaga selaku Wasapter mengaku kalau mereka pesimis kalau terminal Tanjung Pinggir akan mampu beroperasi secara normal.
"Optimis kita hanya 50 persen saja kalau Tanjung Pinggir ini akan mampu beroperasi secara normal," ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan, mengenai kesiapan dari personil mereka di Tanjung Pinggir sangatlah kurang dan bahkan dirinya meminta penambahan personil dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Mendengar hal tersebut, Wakil Walikota Pematangsiantar mengatakan kalau terminal Tanjung Pinggir ini di bawah naungan langsung dari kementerian/BPTD Sumatra Utara dan untuk mensukseskan pengoperasian Terminal ini Pemko selalu mendukung.
"Begitupun demi mensukseskan pengoperasian Terminal Tanjung Pemko siap berkolaborasi. Dimana kita sudah menurunkan 3 unit mobil bantuan manakala angkot kebetulan berangkat semua. Dan sebelumnya juga fasilitas pendukung berupa cctv, perbaikan jalan menuju Tanjung Pinggir, irigasi, penerangan serta beberapa fasilitas pendukung dalam terminal lainnya," ujarnya.
Hal senada di sampaikan kepala Dinas Perhubungan kota Pematangsiantar yang dimana mereka juga sudah menyiapkan personil di Terminal Tanjung pinggir bahkan di simpang menuju terminal juga sudah di buat personil.
"Sesuai dari perintah pak Wali kita harus mengoptimalkan pengoperasian Terminal Tanjung Pinggir dan kita juga dari Dinas Perhubungan kota Pematangsiantar juga sudah memperbaiki fasilitas pendukung. Baik dari sektor jalan, penerangan bahkan kita juga sudah memasang cctv," ujarnya.




