Simalungun - Momen penuh haru dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan pelepasan calon jamaah haji dan hajjah Kecamatan Bandar yang berlangsung di Masjid Agung Al Munawaroh, Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Rabu (6/5/2026).
Acara ini menjadi titik awal perjalanan spiritual para jamaah menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.
TNI Hadir Berikan Dukungan Moril
Dalam kegiatan tersebut, Danramil 06/Perdagangan Kodim 0207/Simalungun yang diwakili Babinsa Koramil 06/Perdagangan, Sertu Juniedi bersama Serda Irwan Septianto, turut hadir memberikan dukungan serta doa bagi para calon jamaah.
Kehadiran aparat TNI ini menjadi simbol kedekatan dengan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
Doa Bersama dan Tangis Haru Keluarga
Acara diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan demi keselamatan dan kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji.
Suasana semakin emosional ketika keluarga dan kerabat melepas para jamaah. Tangis haru, pelukan hangat, serta doa tulus mengiringi keberangkatan mereka menuju perjalanan suci yang telah lama dinantikan.
Dihadiri Unsur Forkopimca dan Tokoh Masyarakat
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Perdagangan Iptu Patar Banjar Nahor, Camat Bandar Supardi, Lurah Perdagangan I Asril Nasution, tokoh masyarakat Iskandar Sinaga, serta Ketua HIPMI Abdul Rahman.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi dan dukungan bersama bagi para jamaah haji.
Harapan Kembali dengan Predikat Haji Mabrur
Dalam sambutannya, perwakilan Koramil menyampaikan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah.
“Kami berharap seluruh calon jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Sertu Juniedi.
“Kami juga berharap para jamaah kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji yang mabrur,” tuturnya.
Simbol Kebersamaan dan Persatuan
Menurut Pendim 0207/Simalungun, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, persatuan, dan kekuatan doa dari masyarakat.
Di penghujung acara, suasana haru semakin terasa saat para jamaah berpamitan dengan keluarga, membawa harapan besar untuk kembali dengan keberkahan dan keselamatan.




