Surat Pastoral Ephorus HKBP Soal Himbauan Tidak Merokok Tuai Ribuan Respons di Media Sosial

By Parlindungan - Friday, 02 January 2026
Surat Pastoral No.01/L08/I/2026, tertanggal 2 Januari 2026
Surat Pastoral No.01/L08/I/2026, tertanggal 2 Januari 2026

Tarutung – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Viktor Tinambunan, MST, menerbitkan Surat Pastoral Ephorus HKBP tentang Himbauan Tidak Merokok bagi Pelayan HKBP dan Keluarga bernomor: 01/L08/I/2026, tertanggal 2 Januari 2026. Surat ini menjadi bagian dari penggembalaan gereja dalam membangun pola hidup sehat dan bertanggung jawab di lingkungan pelayanan HKBP.

Dalam surat pastoral tersebut, Ephorus menegaskan bahwa himbauan tidak merokok disampaikan dalam semangat kasih persaudaraan, bukan sebagai tekanan atau paksaan. Para pelayan penuh waktu HKBP beserta keluarga diajak dengan kerendahan hati untuk menata kehidupan yang lebih baik, khususnya dengan menjaga kesehatan tubuh yang diyakini sebagai anugerah Tuhan.

Ajakan ini berlandaskan Pengakuan Iman (Konfesi) HKBP yang menolak pola hidup yang dikuasai oleh rokok. Konfesi HKBP 1951 menekankan iman yang nyata dalam perbuatan, sementara Konfesi HKBP 1996 mengingatkan agar umat melawan gaya hidup yang dikuasai makanan, minuman, dan rokok. Selain itu, peraturan kepersonaliaan HKBP menegaskan bahwa pelayan gereja wajib menjaga citra diri sebagai teladan.

Ephorus juga menyoroti aspek kesehatan dan keberlanjutan pelayanan. Menurutnya, pelayanan gereja menuntut kondisi fisik yang prima agar dapat dijalani secara utuh, berkelanjutan, dan penuh sukacita bersama keluarga. Menjauhi rokok dipandang sebagai bentuk tanggung jawab iman dalam merawat kehidupan yang Tuhan percayakan.

Dari sisi pengelolaan berkat, surat pastoral ini mengingatkan bahwa biaya hidup pelayan penuh waktu yang bersumber dari persembahan jemaat adalah berkat Tuhan. Karena itu, berkat tersebut patut digunakan untuk hal-hal yang menopang dan membangun kehidupan, bukan untuk kebiasaan yang berpotensi merusak kesehatan.

Sejalan dengan Orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2026: “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”, gereja menekankan pentingnya keteladanan hidup. Nilai hidup sehat diyakini akan lebih kuat tertanam pada generasi muda apabila disertai contoh nyata dari orangtua dan para pelayan gereja.

Menariknya, surat pastoral tersebut juga mendapat perhatian luas dari publik setelah dibagikan langsung oleh Ephorus Pdt. Dr. Viktor Tinambunan melalui akun Facebook pribadinya (@Viktor Tinambunan). Hingga saat ini, unggahan tersebut tercatat memperoleh lebih dari 2.000 tanda suka, sekitar 465 komentar tanggapan, serta dibagikan sebanyak 235 kali, menunjukkan tingginya perhatian dan diskusi jemaat serta masyarakat terhadap himbauan tersebut.

Ephorus kembali menegaskan bahwa gereja mengundang setiap pelayan untuk mengambil keputusan secara sadar, dalam kebebasan dan tanggung jawab iman, demi kehidupan yang sehat, kesaksian yang baik, serta kemuliaan nama Tuhan dalam pelayanan gereja.