Doloksanggul — Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar doa bersama secara serentak sebagai bentuk rasa prihatin terhadap korban bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di kabupaten tersebut. Doa dilakukan di masing-masing unit sekolah pada Rabu, 3 Desember 2025.
Doa Bersama sebagai Bentuk Kepedulian Sekolah
Kegiatan doa bersama dipimpin oleh para guru dan tokoh agama di sekolah sebagai ungkapan dukungan moral kepada warga terdampak. Doa ini dipandang penting, karena bencana tidak hanya membawa kerusakan fisik, tapi juga duka mendalam termasuk korban jiwa dan kehilangan rumah serta fasilitas publik.
Menurut keterangan dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan Humbang Hasundutan, Martahan Panjaitan, gerakan doa ini dilaksanakan oleh seluruh SD dan SMP sebagai wujud empati dan solidaritas komunitas pendidikan terhadap masyarakat terdampak. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat merasakan duka bersama warga, dan lewat doa kolektif ini ingin menguatkan semangat kebersamaan dan rasa kemanusiaan.
Pendidikan dan Solidaritas: Mengajarkan Empati dari Bangku Sekolah
Doa bersama di sekolah-sekolah ini bukan sekadar ritual melainkan juga menjadi sarana mendidik siswa tentang pentingnya kepedulian sosial, empati, dan tanggung jawab terhadap sesama. Lewat aksi sederhana namun bermakna ini, diharapkan nilai solidaritas dan kebersamaan semakin kuat di kalangan pelajar dan pendidik.
Sejalan dengan Upaya Pemulihan Pascabencana
Bencana banjir dan longsor di Humbang Hasundutan telah menyebabkan kerusakan pada banyak fasilitas, termasuk sekolah. Oleh karena itu, doa bersama dari sekolah-sekolah menjadi bagian dari upaya pemulihan tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan sosial. Aksi ini menunjukkan bahwa komunitas pendidikan siap mendukung pemulihan dan kebangkitan bersama masyarakat.
Harapan Lewat Doa dan Kebersamaan
Mengutip Diskominfo Humbahas, dengan diselenggarakannya doa bersama di seluruh SD dan SMP, diharapkan tidak sekadar sebagai bentuk belasungkawa dan simpati, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan dan solidaritas di tengah musibah. Semoga doa dan dukungan ini menjadi kekuatan bagi warga terdampak dalam melewati masa sulit serta membangun kembali hidup mereka dengan semangat baru.




