Pria Hanyut di Sungai Batang Bangko Mandailing Natal Ditemukan Meninggal Setelah 3 Hari Dicari SAR

By Sehat Siahaan - Wednesday, 20 May 2026
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di Sungai Batang Bangko, Mandailing Natal, dalam pencarian korban hanyut Amiran (60) yang akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di Sungai Batang Bangko, Mandailing Natal, dalam pencarian korban hanyut Amiran (60) yang akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.

Mandailing Natal — Operasi pencarian korban hanyut di Sungai Batang Bangko, Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, akhirnya membuahkan hasil. Seorang pria lanjut usia bernama Amiran (60) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian oleh tim SAR gabungan, Rabu (20/5/2026) pagi.

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan informasi dari warga dan pihak kecamatan, Amiran diduga terpeleset saat hendak mengambil air wudhu di tepi sungai yang licin sebelum akhirnya terseret derasnya arus Sungai Batang Bangko.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Pos SAR Mandailing Natal yang berada di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi pada Senin pagi (18/5/2026).

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan assessment awal dan membagi personel ke beberapa Search Rescue Unit (SRU) guna memperluas area pencarian. Berbagai metode pencarian diterapkan untuk mempercepat proses evakuasi korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa operasi dilakukan dengan penyisiran sungai menggunakan perahu LCR ke arah hilir, scouting darat di sepanjang bantaran sungai, hingga pemantauan udara memakai drone thermal.

“Cuaca hujan, arus sungai yang deras, serta jarak pandang terbatas menjadi tantangan selama proses pencarian. Namun seluruh unsur SAR tetap bekerja maksimal memperluas area pencarian setiap harinya,” ujarnya.

Pada hari pertama dan kedua, pencarian difokuskan di sekitar titik korban dilaporkan jatuh hingga radius satu kilometer ke arah hilir sungai. Memasuki hari ketiga, tim kembali melanjutkan pencarian sejak pagi dengan pola penyisiran terpadu antara tim darat dan tim air.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan mengapung sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian pada Rabu pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi menggunakan perahu karet menuju posko SAR gabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hery Marantika juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk BPBD Mandailing Natal, Polsek Sinunukan, aparat pemerintah setempat, serta masyarakat yang turut membantu sejak hari pertama pencarian.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuannya masing-masing.[]