Pemko Gunungsitoli Perkuat Dukungan bagi Penyandang Disabilitas Lewat Layanan Inklusif dan Bantuan Sosial

By Parlindungan - Wednesday, 19 November 2025
Audiensi Komite Nasional Disabilitas di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli
Audiensi Komite Nasional Disabilitas di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli, Kabarnas.id – Pj. Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Meiman Kristian Harefa, S.Sos., M.S.P., mewakili Wali Kota Gunungsitoli menerima Audiensi Komite Nasional Disabilitas di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (19/11/2025).

Dalam sambutannya, Meiman Kristian Harefa menekankan pentingnya perhatian terhadap penyandang disabilitas, terutama mereka yang memiliki disabilitas ganda. Ia menjelaskan bahwa pemenuhan hak dan keberfungsian sosial penyandang disabilitas memerlukan pendekatan layanan berbasis masyarakat dan keluarga, yang didukung akselerasi program dari pemerintah.

Sebagai wujud perhatian Pemko Gunungsitoli terhadap penyandang disabilitas, beberapa langkah strategis telah dilakukan, antara lain:

1. Fasilitasi penyaluran bantuan sosial berupa alat bantu seperti kursi roda, tongkat walker, tongkat netra, tongkat kaki tiga dan empat, serta paket      kebutuhan pokok (sembako).

2. Pemenuhan identitas dan aksesibilitas bantuan sosial yang terus berjalan hingga saat ini.

3. Pembentukan tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat.

4. Distribusi obat untuk penyandang disabilitas mental atau ODGJ.

5. Kerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dalam layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental.

6. Kolaborasi dengan NGO dan lembaga pemerhati disabilitas, termasuk CDRM-CDS Nias, untuk memfasilitasi penyandang disabilitas yang telah pulih agar memperoleh peluang kerja.

7. Penyediaan sekolah di bawah kewenangan Pemko Gunungsitoli untuk menerapkan pendidikan inklusif.

Mengutip Diskominfo Gunungsitoli, acara audiensi ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli, para kepala Kabag Setda, serta peserta lainnya, menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam membangun ekosistem yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.