Pemkab Taput Percepat Penanganan Bencana Hidrometeorologi, Evakuasi dan Pemulihan Terus Dikebut

By Parlindungan - Sunday, 21 December 2025
Bila anda ingin berdonasi untuk bencana Taput silahkan kirim ke nomor rekening di atas
Bila anda ingin berdonasi untuk bencana Taput silahkan kirim ke nomor rekening di atas

Tapanuli Utara – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terus mengintensifkan penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Sabtu, 20 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, upaya evakuasi, penyaluran bantuan, serta pemulihan akses masih dilakukan secara masif oleh pemerintah daerah bersama BNPB, kementerian terkait, TNI, Polri, dan unsur lainnya.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut menyebabkan 36 orang meninggal dunia, dua orang masih dinyatakan hilang, dan tiga warga mengalami luka-luka serta telah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, sebanyak 13 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Jumlah warga terdampak tercatat mencapai sekitar 14.033 jiwa. Dari angka tersebut, 1.197 orang terpaksa mengungsi dan kini menempati sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.

Kerusakan infrastruktur akibat bencana juga tergolong signifikan. Sebanyak 772 unit rumah dilaporkan terdampak. Selain itu, kerusakan terjadi pada 16 fasilitas pendidikan, enam fasilitas kesehatan, 18 jembatan, serta 58 titik ruas jalan yang meliputi jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan.

Untuk mempercepat pemulihan, Pemkab Taput bersama Kementerian PUPR dan instansi terkait terus mengupayakan pembukaan akses transportasi. Salah satu fokus utama adalah jalur perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah yang kini dikerjakan dengan dukungan 13 unit alat berat.

Di sisi lain, guna memastikan kelancaran komunikasi di wilayah terdampak yang mengalami blank spot, BNPB telah menyalurkan enam unit perangkat Starlink. Sebagian besar perangkat tersebut telah beroperasi dan membantu koordinasi penanganan di lapangan.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani bencana ini secara serius dan berkelanjutan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus berkoordinasi dengan BNPB, kementerian terkait, serta seluruh unsur untuk memastikan proses evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan percepatan pemulihan berjalan maksimal,” tegas Bupati.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (Loksa Situmeang)