Pangdivif 2 Kostrad Resmikan Monumen Jenderal Besar H.M Soeharto

By Parlindungan - Monday, 02 March 2026

KARANGANYAR – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, meresmikan Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto di Brigif 6, Karanganyar, Surakarta, Minggu (1/3/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri Siti Hediati Soeharto yang mewakili keluarga besar, jajaran pejabat Divif 2 Kostrad, Forkopimda Surakarta, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya dalam suasana penuh khidmat dan penghormatan.

Simbol Penghormatan untuk Bapak Kostrad

Monumen yang berdiri megah di lingkungan Brigif 6 ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol penghormatan atas jasa dan pengabdian Jenderal Besar H.M. Soeharto kepada bangsa dan negara.

Sebagai sosok yang dikenal sebagai Bapak Kostrad, H.M. Soeharto dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan doktrin pasukan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Pangdivif 2 Kostrad menegaskan bahwa monumen ini menjadi penanda sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi prajurit untuk tetap menjaga jati diri sebagai pasukan yang tangguh, disiplin, profesional, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jejak Sejarah dan Peran dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

Sejarah mencatat, Jenderal Besar H.M. Soeharto memiliki kontribusi penting dalam perjuangan bangsa, termasuk kepemimpinannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi tonggak bersejarah dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Kepemimpinannya yang visioner, tegas, dan penuh strategi dinilai telah membentuk fondasi nilai-nilai dasar prajurit Kostrad, yakni loyalitas, profesionalisme, dan pengabdian tanpa pamrih.

Momentum Bangkitkan Integritas dan Dedikasi Prajurit

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menekankan bahwa peresmian monumen ini harus menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat juang prajurit di tengah dinamika tantangan zaman.

“Setiap generasi memiliki tantangan tersendiri, dan tugas kita adalah menjawab tantangan zaman dengan integritas, profesionalisme, dan dedikasi tanpa batas,” ucapnya.

Ia berharap monumen tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga, motivasi, serta komitmen kuat dalam setiap pelaksanaan tugas prajurit Brigif 6 maupun Divif 2 Kostrad.

Pengingat Setia pada Pancasila dan UUD 1945

Menurut Penkostrad, dengan berdirinya Monumen Jenderal Besar H.M. Soeharto di Brigif 6, seluruh prajurit Kostrad diingatkan untuk selalu siap digerakkan kapan pun dan di mana pun demi kepentingan bangsa dan negara.

Monumen ini menjadi simbol bahwa prajurit Kostrad harus senantiasa berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, serta memberikan pengabdian terbaik bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI.