Pakpak Bharat – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengadakan Perayaan Natal Oikumene Tahun 2025 pada Selasa (6/1/2026) dilapangan Napasengkut Salak. Meskipun dikemas sederhana, acara ini sarat makna dan menjadi momen penting untuk membangun iman, kebersamaan, dan kepedulian sosial bagi umat Kristiani di wilayah ini.
Pesan Rohani: Kehendak Allah dan Harapan bagi Pakpak Bharat
Dalam khotbahnya, Pastor Harry Nolascus, O. Carm., menekankan pentingnya menyerahkan segala kehendak kepada Allah, sebagaimana Maria mengatakan, “Terjadilah kepadaku menurut kehendak-Mu, bukan kehendakku.” Pesan ini disampaikan sebagai doa agar Pakpak Bharat makmur, sejahtera, dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah pembangunan dan kehidupan masyarakat.
Kepala Daerah Tetangga Hadir Memeriahkan
Perayaan ini dihadiri tamu dari berbagai instansi dan kepala daerah tetangga, termasuk Bupati Dairi Vickner Sinaga beserta istri dan jajaran OPD Dairi. Perwakilan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga hadir, memperlihatkan soliditas antarwilayah di Sumatera Utara.
Sambutan Bupati Pakpak Bharat: Kekompakan dalam Pembangunan
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menekankan pentingnya kebersamaan semua pihak, mulai dari ASN hingga masyarakat, dalam membangun daerah. Beberapa program utama tahun 2026 yang disebutkan antara lain:
- Pembangunan jalan penghubung Pakpak Bharat–Humbang Hasundutan melalui Delleng Simpoon.
- Program karya bakti yang terkoneksi ke Kabupaten Samosir.
- Penyelesaian jalur Kuta Jungak–Dairi untuk memperkuat konektivitas antar-daerah.
Ia menegaskan bahwa pelayanan ASN harus tulus, ikhlas, dan efisien, karena “efisiensi adalah bagian dari iman.”
Apresiasi Penanganan Bencana Alam
Bupati Franc juga memberikan apresiasi atas penanganan cepat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu di Pakpak Bharat. Kolaborasi antara BPBD, PU, OPD, dan masyarakat mampu mengatasi dampak bencana dengan cepat. Bantuan tambahan dari Presiden RI juga terus diproses untuk mendukung pemulihan warga terdampak.
Perayaan Natal: Iman, Doa, dan Kepedulian Sosial
Perayaan Natal Oikumene diisi dengan:
- Nyanyian pujian dan liturgi.
- Doa dan khotbah Natal.
- Hiburan rohani.
- Penyerahan paket bantuan bagi korban bencana di seluruh kabupaten.
- Pembagian hadiah Natal bagi masyarakat yang hadir.
Acara ini menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan empati, dan mendorong pembangunan Pakpak Bharat yang lebih kompak, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.




