Menko PMK dan Kasum TNI Turun Langsung, Jembatan Rusak hingga Sedimentasi Jadi Sorotan di Tapteng

By Parlindungan - Friday, 13 February 2026
Menko PMK Pratikno bersama Kasum TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Tukka (foto; tangkapan layar)
Menko PMK Pratikno bersama Kasum TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Tukka (foto; tangkapan layar)

TAPANULI TENGAH — Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah kembali terlihat dalam penanganan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Jumat (13/02/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala Staf Umum (Kasum) Brigjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka.

Muncul Masalah Baru Pascahujan Deras

Dalam keterangannya, Menko PMK menyebutkan bahwa hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut pada 11 Februari 2026 memunculkan persoalan baru. Sungai yang sebelumnya telah dinormalisasi dan dibersihkan dari sedimen, kembali tertutup material akibat curah hujan tinggi.

“Kita melihat ada masalah baru yang harus segera ditangani oleh TNI/Polri bersama Pemerintah Daerah. Sedimen yang sudah dibersihkan kembali menutup aliran sungai,” ujar Pratikno di lokasi peninjauan.

Tak hanya itu, jembatan yang sebelumnya dibangun TNI juga kembali mengalami kerusakan akibat derasnya arus air. Sejumlah rumah warga yang telah dibersihkan pun kembali tergenang.

Perintah Presiden: Percepat Pemulihan

Menko PMK menegaskan bahwa Prabowo Subianto telah memerintahkan agar kehidupan masyarakat segera dipulihkan seperti sediakala.

Sebagai bentuk keseriusan, Presiden telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Selain itu, diterbitkan pula Instruksi Presiden (Inpres) guna mempercepat proses rehabilitasi, termasuk pemberian dana stimulan bagi rumah rusak ringan.

“Kita kerahkan seluruh kekuatan nasional bersama daerah untuk memulihkan kondisi, apalagi menjelang Ramadan. Krisis air bersih juga menjadi perhatian serius,” katanya menegaskan.

Pemda Dorong Tanggul Permanen

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu berharap Pemerintah Pusat segera membangun tanggul permanen guna mencegah luapan air kembali merendam permukiman warga.

“Kalau hanya tanggul darurat, mudah tersapu arus. Kami berharap ada pembangunan tanggul permanen agar masyarakat merasa aman,” ucap  Bupati.

Kunjungi Sekolah Terdampak

Usai meninjau jembatan, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMA Swasta Santu Fransiskus Pandan di Jalan Prof. Mr. Dr. M. Hazairin, Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Sekolah tersebut juga menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.

Kehadiran Menko PMK, Kasum TNI, dan Bupati Tapteng disambut para guru dan siswa-siswi yang tetap bersemangat melanjutkan kegiatan belajar di tengah proses pemulihan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Wakil Anggota DPRD Tapteng, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sinergi pusat dan daerah ini menjadi bukti nyata bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapteng terus digenjot, demi memastikan masyarakat segera bangkit dan menjalani kehidupan secara normal kembali.