Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas keberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Kemanusiaan menggunakan kapal TNI AL KRI Semarang-594 pada Senin, 22 Desember 2025. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Acara pelepasan digelar di Lapangan M. Silam, Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, dan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI dan pemerintah. Hadir mendampingi Menko IPK antara lain Panglima Koarmada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, Komandan Kodal III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, serta Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus.
Dalam keterangannya kepada media, AHY menekankan bahwa fokus Kemenko IPK saat ini adalah mempercepat perbaikan infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir bandang dan longsor, yang telah melumpuhkan aktivitas masyarakat dan ekonomi di sejumlah kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak.
“Kami jajaran Kemenko IPK hari ini kembali membuka ruang kolaborasi dengan semangat peduli dan berbagi, untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar AHY. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Menko IPK menjelaskan secara rinci bantuan yang dikirimkan melalui KRI Semarang-594 mencakup berbagai kebutuhan penting, mulai dari bahan makanan, pakaian, perlengkapan perorangan, hingga life support. Selain itu, terdapat juga bantuan berupa jembatan perintis, rumah modular, fasilitas sanitasi, serta obat-obatan untuk mendukung kelangsungan hidup dan pemulihan korban bencana.
AHY menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, TNI AL, dan kementerian/lembaga terkait menjadi kunci utama agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan berdampak maksimal bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Keberangkatan Satgas KRI Semarang-594 ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terdampak, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah mengalami masa sulit akibat bencana alam.
Dengan langkah ini, Kemenko IPK bersama TNI AL menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektoral sangat penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat meringankan beban warga terdampak bencana sekaligus mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan sosial di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.




