Maros - Mengisi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), warga Perumahan Kupa Royal Park, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memanfaatkan waktu libur dengan kerja bakti membersihkan Masjid Al Hussein Kupa, kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini juga turut diramaikan oleh sejumlah warga dari perumahan Bina Sarana/BSR sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah.
Kerja bakti yang diinisiasi pengurus masjid bersama warga ini meliputi pembersihan area luar dan dalam masjid. Mulai dari perataan rumput yang tinggi, pembersihan tempat wudu, menyapu lantai masjid, hingga mengelap kaca-kaca agar bersih dari debu dan tampak lebih baru.
Salah satu pengurus masjid sekaligus warga Kupa Royal Park, Muhammad Akbar (36) dari Blok M13,mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan cara dirinya dan pengurus masjid memanfaatkan hari kosong saat libur akhir tahun.
“Saya pribadi sebagai seorang muslim, juga salah satu anggota pengurus masjid. Kebetulan untuk mengisi hari kosong di libur ini, kami dari pengurus masjid mengadakan kerja bakti. Kegiatannya seperti biasa, membersihkan rumput yang masih tinggi, merapikan area wudu, menyapu di dalam masjid, sampai mengelap kaca biar kelihatan baru lagi dan bebas dari debu,” ujar Muhammad Akbar.
Ia menegaskan, tujuan utama kerja bakti ini adalah memakmurkan masjid sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.
“Yang pertama itu untuk memakmurkan masjid. Karena kalau masjid bersih dan indah, jemaah juga lebih nyaman untuk sholat dan beribadah. Selain itu, ini juga jadi momen silaturahmi, supaya warga makin kompak dan dekat,” tambahnya.
Sebagai warga sekaligus pengurus masjid, Muhammad Akbar berharap Masjid Al Hussein Kupa semakin hidup, ramai, dan makmur ke depannya.
“Harapan kami khususnya pengurus masjid dan warga Kupa, semoga masjid ini selalu kelihatan bersih, ramai, dan makin banyak warga yang sholat di sini. Karena kalau banyak jemaah, masjid terasa lebih hidup dan makmur,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, warga berharap semangat gotong royong menjaga kebersihan masjid dapat terus berjalan, tidak hanya saat libur Nataru, tetapi juga menjadi agenda rutin lingkungan, demi menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan masjid yang semakin makmur. (WR)




