Layanan Kesehatan Pascabencana Tapteng Makin Solid, 24 Jam Aktif hingga Rehabilitasi Faskes Dipacu

By Parlindungan - Monday, 23 February 2026
Pasca bencana pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh Puskesmas dan Posko Pengungsian di Kab Tapteng
Pasca bencana pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh Puskesmas dan Posko Pengungsian di Kab Tapteng

Tapanuli Tengah – Penanganan sektor kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menunjukkan progres signifikan. Sejak bencana alam pada 25 November 2025, langkah tanggap darurat hingga pemulihan jangka menengah dijalankan secara terpadu oleh Dinas Kesehatan Tapteng.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, menyampaikan bahwa percepatan layanan dilakukan sesuai instruksi Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi.

“Sejak hari pertama pascabencana, pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh Puskesmas dan Posko Pengungsian. Tenaga kesehatan disiagakan bergiliran agar masyarakat tetap terlayani,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Lisnawati menegaskan, layanan kesehatan di lokasi pengungsian berjalan aktif setiap hari. Selain penanganan medis, tim kesehatan juga memberikan perhatian pada dukungan psikososial, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Edukasi kesehatan dan pendampingan psikologis terus dilakukan secara berkala dengan jadwal terstruktur agar menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, imunisasi telah dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian. Vaksin yang sebelumnya disimpan di Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga kini telah didistribusikan melalui Posyandu dan Posko Kesehatan di wilayah terdampak.

Upaya pencegahan penyakit menular juga digencarkan. Fogging demam berdarah dilakukan di kawasan pengungsian seperti GOR Pandan dan permukiman sekitar. Selain itu, vaksinasi rabies diberikan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit dari hewan.

Dalam rangka deteksi dini penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), surveilans kesehatan aktif dilaksanakan di seluruh Puskesmas. Verifikasi sinyal penyakit terus dipantau, termasuk pemeriksaan spesimen suspek campak untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Program gizi anak juga diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan dari Wahana Visi Indonesia digelar di UPTD Puskesmas Kolang guna meningkatkan kualitas layanan bagi bayi dan anak di pengungsian.

Pelayanan pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Pendataan, monitoring terapi, serta distribusi obat dilakukan rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi.

Di sisi infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan mulai dipersiapkan. Dinas Kesehatan Tapteng berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus, dan Sorkam sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Pengawasan kesehatan lingkungan turut menjadi prioritas. Pemeriksaan kualitas air bersih telah dilakukan di Kecamatan Badiri guna memastikan ketersediaan air aman bagi masyarakat. Monitoring sanitasi melibatkan relawan kemanusiaan untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Lisnawati menegaskan, progres penanganan kesehatan pascabencana menunjukkan hasil positif. Pelayanan medis tetap berjalan, program promotif dan preventif diperkuat, serta koordinasi lintas sektor semakin solid.

“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat layanan di pos pengungsian, meningkatkan surveilans penyakit, mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan, memperluas dukungan psikososial, serta menjaga kualitas lingkungan,” ucapnya.

Dengan langkah terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah optimistis pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.