Kemenhan Bekali Awak Media Hadapi Daerah Rawan, Jurnalis Didorong Lebih Siap dan Tangguh

By Parlindungan - Monday, 15 December 2025
Kegiatan Pembekalan Awak Media tentang Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan Tahun Anggaran 2025
Kegiatan Pembekalan Awak Media tentang Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan Tahun Anggaran 2025

Karawang — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menggelar Upacara Pembukaan Pembekalan Awak Media tentang Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad “Sanggabuana”, Karawang, Jawa Barat, pada Senin (15/12/2025).

Pembekalan awak media tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Program ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 14 hingga 20 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan jurnalis saat bertugas di wilayah rawan konflik, bencana, maupun situasi darurat lainnya.

Dalam upacara pembukaan, Kapuspen TNI membacakan amanat Menteri Pertahanan RI yang menekankan pentingnya kesiapan awak media, baik dari sisi teknis maupun mental. Jurnalis dinilai memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi kepada publik, namun juga dihadapkan pada risiko tinggi ketika meliput di daerah rawan.

“Aktivitas jurnalistik di wilayah berisiko membutuhkan pemahaman mendalam terkait prosedur keselamatan, mitigasi risiko, serta kemampuan mengambil keputusan cepat dalam kondisi darurat,” demikian salah satu poin amanat yang disampaikan.

Melalui pembekalan ini, awak media dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar terkait prosedur kedaruratan, termasuk pemahaman situasi lapangan, keselamatan personal, evakuasi darurat, hingga koordinasi dengan aparat keamanan. Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan serta meminimalkan risiko kecelakaan atau ancaman keselamatan selama menjalankan tugas jurnalistik.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa keselamatan jurnalis bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Sinergi yang kuat diharapkan dapat menciptakan ekosistem peliputan yang aman tanpa mengurangi independensi dan profesionalisme pers.

Mengutip Kemhan, pembekalan awak media di Menlatpur Sanggabuana ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme insan pers, meningkatkan kemampuan adaptasi di lapangan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya standar keselamatan kerja jurnalistik. Dengan bekal tersebut, jurnalis diharapkan dapat menjalankan tugas peliputan secara aman, akurat, dan bertanggung jawab, khususnya di wilayah-wilayah dengan tingkat risiko tinggi.

Selain itu, program ini juga menjadi wujud komitmen Kementerian Pertahanan dan TNI dalam mendukung kebebasan pers yang sehat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan, demi tersedianya informasi yang berkualitas bagi masyarakat luas.