Kapolsek Lembor Edukasi Pelajar SMK Negeri 1 Welak Tentang Bahaya Perundungan dan Keselamatan Berlalu Lintas

By Yos Syukur - Tuesday, 10 March 2026
Kapolsek Lembor Edukasi Pelajar SMK Negeri 1 Welak Tentang Bahaya Perundungan dan Keselamatan Berlalu Lintas (Foto: Ist)
Kapolsek Lembor Edukasi Pelajar SMK Negeri 1 Welak Tentang Bahaya Perundungan dan Keselamatan Berlalu Lintas (Foto: Ist)

Labuan Bajo - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P, memberikan edukasi tentang bahaya perundungan (bullyng) dan keselamatan berlalulintas kepada ratusan pelajar SMK Negeri 1 Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (06/03/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama sekolah tersebut dimulai tepat pukul 07.00 Wita. Suasana khidmat menyelimuti barisan ratusan pelajar yang didampingi oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Welak, Siprianus Jemadi, S.Pd., Kanit Intelkam Aipda Antonius Dj. D. B. Ghawa, serta jajaran dewan guru.

Dalam kesempatan itu, IPDA Vinsensius mengatakan edukasi tentang bahaya perundungan dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari kekerasan.

Ia menjelaskan, bahwa prestasi akademik harus menyatu dengan integritas moral yang kuat. Kapolsek Lembor juga menyoroti fenomena perundungan yang kerap dianggap sepele namun berdampak fatal bagi kesehatan mental remaja.

"Pada pagi hari ini saya sengaja meluangkan waktu untuk datang bertemu dengan semua anak-anak untuk menyampaikan beberapa hal krusial, yakni berkaitan dengan kenakalan remaja dan bullying. Harapan saya, di SMK N 1 Welak ini tidak ada lagi tindakan perundungan dalam bentuk apa pun," tegas IPDA Vinsensius di hadapan ratusan pelajar SMK Negeri 1 Welak.

Ia menegaskan, sekolah seharusnya menjadi "rumah kedua" yang aman, bukan tempat di mana siswa merasa terancam oleh sesama rekannya.

"Kenyamanan siswa di sekolah yang layaknya rumah sendiri akan meningkatkan motivasi belajar serta mempercepat pembentukan karakter individu yang tangguh dan mandiri," tegas IPDA Vinsensius.

Tak hanya soal perilaku di sekolah, Kapolsek Lembor juga menaruh perhatian besar pada keselamatan jiwa para siswa saat berangkat dan pulang sekolah. 

Mengingat letak geografis SMKN 1 Welak yang berada di jalur yang menantang, ia memberikan imbauan khusus bagi pengguna kendaraan bermotor.

"Bagi anak-anak saya yang rumahnya jauh dari sekolah dan menggunakan kendaraan roda dua, saya minta agar selalu berhati-hati dalam berkendara. Lengkapi perlengkapan keselamatan seperti helm dan pastikan surat-surat kendaraan lengkap. Nyawa kalian sangat berharga bagi orang tua dan masa depan bangsa," ungkap IPDA Vinsensius.

Acara puncak edukasi tersebut ditandai dengan aksi simbolis berupa pembuatan video deklarasi anti- perundungan (bullying). Seluruh siswa secara serempak menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kenakalan remaja. Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji moral bagi setiap individu di lingkungan SMKN 1 Welak untuk saling menghargai.

Kepala Sekolah SMKN 1 Welak, Siprianus Jemadi, S.Pd., menyambut positif inisiatif kepolisian ini. Menurutnya, sinergi antara Polri dan sekolah sangat efektif untuk menekan potensi konflik di kalangan remaja.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya atas nama lembaga SMK N 1 Welak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolsek Lembor bersama anggota yang telah meluangkan waktu datang ke lembaga kami. Pencerahan seperti ini sangat dibutuhkan agar anak-anak kami tetap berada di jalur yang benar," ungkap Siprianus.

Kegiatan berakhir dengan suasana penuh kekeluargaan. Melalui program ini, Polsek Lembor berharap dapat membangun hubungan yang lebih humanis antara aparat kepolisian dan generasi muda, guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Kecamatan Welak.[]