Imigrasi Medan Gagalkan Dua WNA Pakistan Masuk Indonesia, Terindikasi Pelaku Kejahatan Internasional

By Sehat Siahaan - Sunday, 26 October 2025
Petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan saat melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (26/10/2025).(Foto: Dokumentasi Imigrasi)
Petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan saat melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (26/10/2025).(Foto: Dokumentasi Imigrasi)

Medan- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Medan berhasil menggagalkan dua warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang mencoba masuk ke wilayah Indonesia.

Kedua pria berinisial SA dan GA tersebut diduga terlibat dalam jaringan kejahatan internasional dan masuk dalam daftar hit Interpol.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Uray Avian, menjelaskan bahwa kedua WNA tiba di Bandara Internasional Kualanamu menggunakan maskapai berbeda pada Jumat (24/10/2025).

Saat dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.31 WIB dan 11.11 WIB, sistem mendeteksi bahwa paspor mereka termasuk dalam daftar pengawasan Interpol.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Asst. SPV dan SPV TPI Bandara Kualanamu, diketahui bahwa SA diduga terlibat jaringan terorisme internasional, sementara GA memiliki catatan kriminal sebagai pelaku pembunuhan,” ucap Uray dalam siaran persnya, Minggu (26/10/2025).

Imigrasi Medan kemudian melakukan koordinasi cepat dengan hotline Interpol untuk memastikan status kedua WNA tersebut. Hasilnya, keduanya terverifikasi benar sebagai pelaku kejahatan lintas negara.

Atas temuan tersebut, pihak Imigrasi segera mengambil tindakan tegas dengan menolak kedatangan dan mengembalikan kedua WNA ke negara asalnya melalui maskapai penerbangan yang sama.

“Langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan dan profesionalisme petugas dalam menjaga keamanan serta kedaulatan NKRI dari ancaman lintas batas,” kata Uray tegas.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat pengawasan terhadap orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia, serta meningkatkan sinergi dengan aparat keamanan dan instansi terkait guna mencegah potensi ancaman kejahatan internasional.

“Kami akan terus memperketat pemeriksaan di seluruh pintu masuk Indonesia dan memastikan bahwa tidak ada celah bagi pelaku kejahatan internasional untuk masuk,” tutur  mantan Kepala Imigrasi Tangerang tersebut mengakhiri.[]

Berita Lainnya

    Loading...