Dapur Lapangan Yonif 122/Tombak Sakti Kirim Makanan untuk Warga Terisolir di Sitahuis

By Parlindungan - Wednesday, 03 December 2025
Personil Yonif/ 122 TS mengepak makanan yang akan didistribusikan untu warga terdampak bencana (foto; Pendam I/BB)
Personil Yonif/ 122 TS mengepak makanan yang akan didistribusikan untu warga terdampak bencana (foto; Pendam I/BB)

Tapanuli Tengah — Prajurit dari Yonif 122/Tombak Sakti (TS) di bawah Kodam I/Bukit Barisan (I/BB) bergerak cepat membantu warga yang belum bisa dijangkau di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah akibat bencana. Sejak Rabu (3/12/2025), mereka menyiapkan dapur lapangan dan memasok makanan harian: sarapan, makan siang, hingga makan malam bagi masyarakat di Desa Mompang dan desa-desa terisolir lainnya.

Akses Terputus, Prajurit Siap Jalan Kaki 5 Km untuk Kirim Logistik

Karena kerusakan jalur pascabencana, kendaraan tidak bisa menjangkau Desa Mompang, Desa Mardame, dan Desa Naga Timbul. Untuk menjangkau desa-desa tersebut, personel Yonif 122/TS harus berjalan kaki sekira 5 kilometer sambil membawa bantuan logistik.

Dalam misi tersebut, prajurit membawa sejumlah besar bantuan: 196 sak beras, 84 dus mie instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit, serta tiga karung pakaian layak pakai untuk disalurkan ke warga terdampak.

Kepedulian Kodam I/BB: Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Mayjen TNI Rio Firdianto selaku Pangdam I/BB menegaskan bahwa menjamin ketersediaan makanan bagi warga menjadi prioritas utama di masa pemulihan. Ia menginstruksikan dapur lapangan dioperasikan maksimal agar setiap keluarga mendapatkan makanan siap saji setiap hari. 

Sementara itu, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap selaku Kapendam I/BB menyatakan bahwa misi yang dilakukan prajurit membawa muatan kemanusiaan. Penyaluran bantuan juga melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran. 

Bantuan untuk Kelangsungan Hidup dan Harapan Pemulihan

Mengutip Pendam I/BB, dengan hadirnya dapur lapangan dan distribusi logistik oleh Yonif 122/TS, masyarakat di desa-desa terisolir di Sitahuis mendapat suplai makan harian sesuatu yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi akses terputus dan minimnya bantuan masuk. Aksi ini bukan hanya soal makan, tapi juga memberi harapan dan menunjukkan bahwa pemerintah melalui TNI hadir di tengah kesulitan rakyat.