Bupati Pakpak Bharat Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77, Tegaskan Persatuan dan Cinta Tanah Air

By Parlindungan - Friday, 19 December 2025
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77

Pakpak Bharat – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat di lapangan Balai Diklat BKPSDM, Desa Cikaok, pada Jumat, 19 Desember 2025. 

Upacara dihadiri oleh Wakil Bupati H. Mutsyuhito Solin, Dr., M.Pd, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, jajaran ASN, serta barisan peserta lainnya.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema: “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Franc membacakan pidato Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya cinta tanah air dalam tindakan nyata, termasuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti nilai sejarah dari setiap wilayah:

  • Aceh menjadi simbol keteguhan dan kekuatan pertahanan Nusantara sejak masa kerajaan, serta mendukung Republik pada masa revolusi dengan logistik, pesawat, dan diplomasi.
  • Sumatera Utara dikenang sebagai pusat perlawanan heroik terhadap agresi Belanda, dengan semangat juang rakyat yang tidak pernah padam, menjaga kesinambungan Pemerintah Republik.
  • Sumatera Barat, khususnya Bukit Tinggi, menjadi tempat lahirnya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menyelamatkan Republik saat ibu kota negara diduduki, memastikan Pemerintahan Republik tetap berjalan.
“Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa,” demikian isi pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan Bupati Pakpak Bharat.

    Hari Bela Negara sendiri merupakan momentum bersejarah bagi Indonesia untuk memperingati Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terjadi pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat, dan secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006.

    Peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini menjadi pengingat pentingnya cinta tanah air, semangat persatuan, dan peran aktif masyarakat dalam mempertahankan bangsa, sekaligus menguatkan nilai-nilai patriotisme di tengah masyarakat Pakpak Bharat.