Brimob Batalyon C Percepat Pemulihan Batang Toru, Normalisasi Sungai dan Bangun Huntara di Garoga–Aek Ngadol

By Parlindungan - Saturday, 28 February 2026
Personel Brimob Batalyon C melakukan pengawasan normalisasi sungai sekaligus membantu pembangunan Huntara bagi warga terdampak di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol. (foto; tangkapan layar)
Personel Brimob Batalyon C melakukan pengawasan normalisasi sungai sekaligus membantu pembangunan Huntara bagi warga terdampak di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol. (foto; tangkapan layar)

Tapanuli Selatan — Komitmen pemulihan wilayah terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Brimob Batalyon C di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, tim bergerak melakukan pengawasan normalisasi sungai sekaligus membantu pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol.

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan aparat dalam mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan sosial masyarakat pascabencana.

Pengawasan Normalisasi Sungai Desa Garoga

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob melakukan pengawasan proses normalisasi sungai di Desa Garoga dengan mengerahkan dua unit alat berat. Pekerjaan difokuskan pada pendalaman alur sungai serta penataan kembali tanah di sepanjang bantaran.

Upaya ini bertujuan untuk mengurangi potensi banjir susulan serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan warga. Normalisasi sungai dinilai krusial sebagai langkah mitigasi agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap saat curah hujan tinggi.

Gotong Royong Bangun Hunian Sementara

Tak hanya mengawasi pekerjaan teknis, personel Brimob juga terlibat langsung dalam pembangunan Huntara di Desa Garoga. Kehadiran mereka bukan sekadar menjaga situasi tetap kondusif, melainkan juga berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Dengan peralatan manual seperti cangkul, sekop, kapak, dan beko sorong, personel bersama masyarakat bahu-membahu mempercepat penyelesaian hunian sementara. Semangat gotong royong ini menjadi bukti sinergi antara aparat dan warga dalam menghadapi masa pemulihan.

Wujud Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat

Danton Penugasan Operasi Aman Nusa II, Ipda Leonardo Marbun, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan bahwa Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu warga bangkit kembali.

“Brimob hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendukung masyarakat agar bisa segera pulih. Kami berharap normalisasi sungai dan pembangunan Huntara ini dapat memberikan rasa aman serta mempercepat kembalinya aktivitas warga,” ujarnya.

Pemulihan Berkelanjutan di Batang Toru

Mengutip Humas Brimob, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Garoga dan Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru ini diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi wilayah terdampak. Selain mengurangi risiko bencana lanjutan, pembangunan Huntara menjadi solusi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan di Kabupaten Tapanuli Selatan, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.