Tapteng - Paskah Oikumene Tapteng 2026 Digelar Meriah di Pandan
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 pada Kamis, 23 April 2026, di Gedung Serbaguna Pandan. Kegiatan ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17) dengan subtema “Tapanuli Tengah Bangkit Lebih Kuat dalam Kesederhanaan dan Sukacita.”
Perayaan diawali dengan pawai meriah yang dilepas langsung oleh Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu. Rute pawai dimulai dari TK Don Bosco Pandan menuju GOR Pandan, diikuti unsur Forkopimda, tokoh agama, Paskibraka, marching band, hingga jemaat dari berbagai gereja.
Simbol Kebangkitan: Pelepasan Merpati hingga Ibadah Penuh Sukacita
Sebagai tanda dimulainya rangkaian acara, Bupati bersama pengkhotbah melepas burung merpati di pintu gerbang GOR Pandan. Momentum ini menjadi simbol harapan dan kebangkitan bagi masyarakat Tapteng.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah bersama, hiburan lucky draw, serta penampilan artis seperti Gok Parasian Malau, Mega Flora Silalahi, dan Nowela Waruwu. Sejumlah paduan suara gereja turut mempersembahkan lagu pujian yang menambah khidmat suasana.
Uskup Sibolga: Bangkit Bersama, Jangan Saling Menyalahkan
Dalam khotbahnya, Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransikus Tuaman Sasfo Sinaga, mengingatkan kembali bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025.
“Kita pernah mengalami trauma dan keputusasaan. Namun dari situ, kita harus bangkit dan melihat bagaimana bencana justru bisa mempersatukan kita,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Mengatasi bencana bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua harus bergandengan tangan, termasuk para pemuka agama,” ucapnya.
Uskup juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Bupati Masinton: Dari Korban Menjadi Pejuang Pemulihan
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Paskah sekaligus mengajak masyarakat bangkit dari masa sulit.
“Hari ini kita berdiri di antara luka yang masih terasa dan harapan yang mulai tumbuh. Kita tidak boleh berhenti pada kesedihan, kita harus bangkit,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap Tapteng datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat hingga lintas agama.
“Bencana adalah urusan kemanusiaan, bukan politik. Semua pihak hadir membantu Tapteng tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.
Masinton juga menekankan pentingnya semangat kolektif dalam pemulihan daerah.
“Paskah ini bukan sekadar perayaan, tetapi titik balik. Kita harus beralih dari korban menjadi pejuang pemulihan,” ucap Bupati optimis.
Dukungan Lintas Elemen Perkuat Pemulihan Tapteng
Ketua Panitia Paskah, Pdt. Julius Zamasi, menyebut Paskah sebagai momentum penting pembebasan dan penebusan. Sementara Ketua BKAG Tapteng, Pdt. Frandy Panjaitan, mengapresiasi dukungan penuh pemerintah daerah.
Perwakilan Forkopimda, Mayor Inf Maradiun Parapat, menilai perayaan ini mempererat hubungan antara masyarakat dan aparatur.
“Kebersamaan ini diharapkan mempercepat penanggulangan bencana di Tapteng,” ujarnya.
Kebersamaan Jadi Kunci Kebangkitan
Perayaan Paskah Oikumene 2026 di Tapanuli Tengah tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga simbol kuat persatuan dan kebangkitan pascabencana.
Dengan semangat kebersamaan lintas agama dan dukungan berbagai pihak, masyarakat Tapteng diharapkan mampu bangkit lebih kuat, menatap masa depan dengan optimisme baru.




