Sidikalang – Sebanyak 244 mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Al-Ikhlas Dairi Sidikalang resmi menyandang gelar sarjana pada Wisuda Angkatan XXIII Tahun 2025. Prosesi wisuda digelar di Gedung Balai Karina Sidikalang, Sabtu (27/12/2025).
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin, Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah IX Sumatera Utara Syawaludin, unsur DPRD, pimpinan yayasan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang diraih. Ia menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol keberhasilan akademik, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta doa yang berkesinambungan.
Menurutnya, kehadiran lulusan STAIS Al-Ikhlas menjadi harapan baru bagi Kabupaten Dairi di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, mulai dari degradasi moral hingga derasnya arus informasi yang sulit dibendung.
“Para lulusan bukan hanya calon pendidik, tetapi juga pilar pembentukan karakter generasi muda Dairi agar berakhlakul karimah, cerdas, dan moderat,” ujar Wahyu Daniel Sagala.
Ia berpesan agar para wisudawan menjadi pembelajar sepanjang hayat, aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta senantiasa menjaga nama baik almamater. Pemerintah Kabupaten Dairi, lanjutnya, memberikan apresiasi tinggi kepada STAIS Al-Ikhlas yang selama 23 angkatan konsisten mencetak sumber daya manusia unggul dan religius.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan demi terwujudnya masyarakat Dairi yang cerdas dan beriman,” ucap Wahyu.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua wisudawan atas pengorbanan dan dukungan yang diberikan hingga putra-putrinya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. “Selamat berjuang di dunia nyata untuk para lulusan,” kata Wabup Dairi mengakhiri.
Sementara itu, Ketua STAIS Al-Ikhlas Dairi Sidikalang, H. Saidup Kudadiri, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter.
“Kecerdasan tanpa karakter tidak akan melahirkan kemuliaan. STAIS memikul amanah besar untuk menyiapkan SDM berakhlak yang mampu menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Sebagai upaya peningkatan mutu, STAIS Al-Ikhlas telah melakukan terobosan kurikulum dengan sistem tujuh semester perkuliahan dan semester kedelapan diisi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Skema ini telah diterapkan pada angkatan yang diwisuda tahun ini, dengan target mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun.
Ia juga berharap seluruh umat Islam di Kabupaten Dairi memiliki kesempatan yang sama untuk menyekolahkan anak hingga jenjang sarjana tanpa terkendala latar belakang ekonomi. Saat ini, STAIS Al-Ikhlas telah berdiri hampir 25 tahun dan mencatat ratusan alumni berkiprah di berbagai sektor, termasuk sekitar 200 orang yang telah diangkat sebagai PPPK serta beberapa lainnya duduk sebagai anggota DPRD.
“Jangan ragu menyekolahkan anak di STAIS Al-Ikhlas Dairi Sidikalang,” katanya berpesan.
Menurut Diskominfo Dairi, kegiatan tersebut turut hadir ; Anggota DPRD Dairi Fitrianto Berampu dan Syahdani Putra Pardosi, Kepala BKPSDM Dairi Yon Hendrik, Ketua Yayasan STAIS Al-Ikhlas Naik Saputra Kaloko, Ketua Dewan Pembina Yayasan H. Sahdin Sagala, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.




