Menhan Sjafrie Hadiri Entry Meeting BPK RI, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Kemhan

By Parlindungan - Friday, 30 January 2026
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, saat menghadiri Entry Meeting pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Kemenhan di Kantor BPK RI
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, saat menghadiri Entry Meeting pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Kemenhan di Kantor BPK RI

Jakarta — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menghadiri Entry Meeting pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Kementerian Pertahanan yang digelar di Kantor BPK RI, Jumat (30/1/2026).

Entry Meeting tersebut merupakan tahapan awal pemeriksaan BPK RI terhadap kementerian dan lembaga negara. Kegiatan ini bertujuan memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara, sekaligus menyamakan persepsi terkait ruang lingkup, metode, serta mekanisme pemeriksaan yang akan dilaksanakan.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Pertahanan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses pemeriksaan BPK RI dengan menjunjung prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Kemhan juga menyatakan kesiapan untuk membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif agar pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Seperti dikutip dari laman Kemhan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya sinergi antara kementerian dan BPK RI dalam menjaga akuntabilitas keuangan negara.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan pengelolaan anggaran negara berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” ujar Menhan sebagaimana dikutip media nasional.

Entry Meeting menjadi momentum strategis bagi kementerian dan lembaga untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan sekaligus meminimalkan potensi temuan di kemudian hari melalui koordinasi sejak awal pemeriksaan.

Dengan terlaksananya Entry Meeting ini, diharapkan proses pemeriksaan laporan keuangan Kementerian Pertahanan dapat berjalan secara objektif, profesional, dan akuntabel, sehingga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara di sektor pertahanan semakin meningkat.