Pandan – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Drs. Binsar TH Sitanggang, M.SP, secara resmi membuka Pelatihan Pendamping Pendataan Rumah Rusak akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, yang digelar di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Minggu (18/1/2026).
Mengawali sambutannya, Sekdakab Tapteng menegaskan pentingnya fokus dan keseriusan seluruh tim yang ditugaskan dalam melakukan pendataan. Ia meminta agar seluruh petugas memperhatikan dan mengikuti arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
“Kami berharap tim yang ditugaskan benar-benar melakukan pendataan secara sungguh-sungguh, sesuai indikator dan tepat sasaran. Pendataan harus mencakup kondisi rumah rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat, serta dilakukan secara by name dan by address,” ucap Binsar Sitanggang.
Ia juga mengingatkan agar proses pendataan dilakukan secara objektif, tanpa dipengaruhi hubungan kekeluargaan maupun faktor emosional. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan pascabencana.
“Kita adalah satu tim kerja yang bertugas atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Laksanakan tugas ini dengan semangat kemanusiaan dan tanggung jawab pemerintah, agar Tapteng dapat segera bangkit dan pulih,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdakab menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mempercepat validasi data, memastikan klasifikasi tingkat kerusakan rumah sesuai ketentuan, serta menjamin akurasi penyaluran bantuan. Dengan data yang valid, diharapkan tidak terjadi kesalahan sasaran dalam pemberian bantuan stimulan kepada masyarakat terdampak.
Menurut Diskominfo Tapteng, kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng Jonnedy Marbun, S.Pd., MM, perwakilan Kemenko PMK RI yakni Analis Kebijakan Ahli Madya Hotman Sahat Fayus, Koordinator Tim Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kabupaten Tapteng, serta perwakilan BNPB Tania Sefira.
Selain itu, hadir pula Plt. Kepala BPBD Tapteng, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tapteng, serta Tim Pendataan Rumah Terdampak Bencana dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Tengah.




