Pemkab Tapteng Gandeng Caritas Indonesia, Perkuat Mitigasi Bencana dan Pembangunan Permukiman Pasca Banjir Bandang

By Parlindungan - Wednesday, 25 February 2026
Sekdakab Tapteng, Drs Binsar TH Sitanggang dan Caritas Indonesia tandatangani kesepakatan bersama upaya percepatan pemulihan dan pengurangan risiko bencana
Sekdakab Tapteng, Drs Binsar TH Sitanggang dan Caritas Indonesia tandatangani kesepakatan bersama upaya percepatan pemulihan dan pengurangan risiko bencana

PANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Caritas Indonesia dalam upaya percepatan pemulihan dan pengurangan risiko bencana di wilayah tersebut.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilaksanakan pada Rabu (25/2/2026) di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng, Drs Binsar TH Sitanggang.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Fresh Rante Taruk, bersama jajaran Pemkab Tapteng.

Kesepakatan ini mencakup perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan kualitas serta pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, penyediaan akses layanan dasar, pengurangan risiko bencana, hingga respons tanggap darurat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dua Kali Diterjang Banjir dan Longsor

Sekdakab Tapteng Binsar TH Sitanggang menyampaikan apresiasi atas kepedulian Caritas Indonesia dalam membantu masyarakat Tapteng bangkit dari bencana.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Tapanuli Tengah telah dua kali dilanda bencana alam besar, yakni banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025, serta banjir susulan pada 11 Februari 2026.

“Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi masyarakat. Dukungan seperti yang diberikan Caritas Indonesia sangat dibutuhkan dalam program peningkatan kualitas perumahan, akses layanan dasar, serta pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Kolaborasi Pemerintah dan NGO

Menurut Sekdakab, upaya penanggulangan bencana tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi multipihak. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta lembaga non-pemerintah (NGO) seperti Caritas Indonesia.

“Dengan dukungan semua pihak, kita berharap Tapteng segera pulih dari bencana dan bangkit lebih kuat,” tegasnya.

Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi kawasan terdampak sekaligus memperkuat sistem mitigasi agar risiko bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Sejumlah Pejabat Hadir

Menurut Diskominfo Tapteng, turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan Setdakab Tapteng Wirdan Pasaribu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jonnedy Marbun, Asisten Administrasi dan Umum Nurjajilah, Plh. Kepala BPBD Tapteng Leonardus Sinaga, serta Kabag Hukum dan Ortala Ali Marwan HSB.

Melalui penandatanganan kesepakatan ini, Pemkab Tapanuli Tengah menegaskan komitmennya untuk membangun kembali kawasan terdampak bencana secara terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.