Genjot Pariwisata Samosir, Pemkab Dorong Digitalisasi Pembayaran dan Kepatuhan Pajak

By Parlindungan - Wednesday, 08 April 2026
Pemkab Samosir bersama BI, Bank Sumut, dan Kejari adakan acara digitalisasi pembayaran, edukasi QRIS,
Pemkab Samosir bersama BI, Bank Sumut, dan Kejari adakan acara digitalisasi pembayaran, edukasi QRIS,

Samosir-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus mempercepat penguatan sektor pariwisata dengan menghadirkan kemudahan transaksi bagi wisatawan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong digitalisasi sistem pembayaran sekaligus meningkatkan kesadaran pajak pelaku usaha.

Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia (BI), Bank Sumut, dan Kejaksaan Negeri Samosir dalam kegiatan capacity building dan sosialisasi yang menyasar sektor perhotelan dan homestay.

Capacity Building dan Edukasi QRIS Digelar Dua Hari

Kegiatan bertajuk Capacity Building Petugas Retribusi dan Sosialisasi QRIS, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta Perlindungan Konsumen ini dibuka langsung Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, di Hotel JTS Parbaba, Rabu (8/4/2026).

Acara yang berlangsung selama dua hari, 8–9 April 2026, diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pelaku usaha hotel dan homestay, petugas retribusi, serta jajaran Dinas Pariwisata dan Badan Pendapatan Daerah.

Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya perwakilan BI Sibolga, Bank Sumut, Kejari Samosir, serta pimpinan OPD terkait.

Digitalisasi Jadi Kebutuhan, Bukan Pilihan

Dalam sambutannya, Ariston menegaskan bahwa sistem pembayaran digital menjadi kebutuhan mendesak di sektor pariwisata, menggantikan metode manual yang dinilai kurang efisien.

“Terlepas suka atau tidak suka, sistem aplikasi harus diterapkan. Pembayaran manual menjadi salah satu kendala bagi wisatawan, sehingga digitalisasi menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Menurutnya, kemudahan transaksi akan memberikan pengalaman lebih baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Samosir.

Pelaku Usaha Diminta Terus Tingkatkan Daya Saing

Ariston juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak cepat berpuas diri, melainkan terus mengembangkan kapasitas dan memperluas jaringan usaha.

“Jangan puas dengan kondisi saat ini. Terus belajar, kembangkan potensi dan perkuat jaringan. Pengusaha harus punya daya jual agar mampu bersaing,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan, kebersihan, dan etika dalam melayani wisatawan.

“Tamu adalah raja. Jaga kebersihan, sopan santun, hormati setiap pengunjung agar mereka kembali lagi ke Samosir,” ucapnya.

Jaga Citra Pariwisata dan Bangun Kepercayaan Wisatawan

Pemkab juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga citra positif pariwisata Samosir. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

Menurut Ariston, keindahan alam saja tidak cukup tanpa dukungan sumber daya manusia dan manajemen yang baik.

“Samosir tidak cukup berbasis alam saja, tetapi harus didukung SDM, pengorganisasian yang baik dan kemudahan dalam bertransaksi,” ujarnya.

Pajak Jadi Pilar Pembangunan Daerah

Dalam aspek pengelolaan usaha, Ariston menegaskan pentingnya kepatuhan pajak sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Kita semua harus bergandengan tangan. Pajak yang dibayarkan akan kembali untuk pembangunan Samosir dan kesejahteraan masyarakat,” katanya menegaskan.

Bank Sumut dan BI Dukung Penuh Digitalisasi

Perwakilan Bank Sumut, Joy Boy Halomoan Sibuea, menyampaikan komitmen dalam mendukung sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS di sektor pariwisata.

“Kami mengajak pelaku usaha menggunakan sistem pembayaran digital. Potensi pariwisata Samosir sangat besar dan menjadi kekuatan ekonomi daerah,” katanya.

Ia bahkan menyebut keindahan Danau Toba sebagai aset unggulan yang tidak kalah dari destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Bank Sumut juga telah menyediakan berbagai fasilitas, termasuk layanan ATM di sejumlah titik guna mendukung kemudahan transaksi wisatawan.

“Kami hadir mendukung sistem pembayaran non tunai melalui QRIS guna meningkatkan kenyamanan wisatawan,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan BI Sibolga, Zailani Sinaga, menekankan pentingnya perlindungan konsumen dalam era digitalisasi.

“Kami akan terus mendorong penguatan perlindungan konsumen seiring meningkatnya penggunaan sistem digital,” ujarnya.

Kejari Siap Dampingi Kepatuhan Pajak

Dari sisi hukum, Kejaksaan Negeri Samosir memastikan dukungan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendampingan hukum kepada pemerintah dan pelaku usaha.

Kasi Datun Kejari Samosir, Maulita Sari, menegaskan peran kejaksaan sebagai pengacara negara dalam mitigasi risiko dan penyelesaian persoalan hukum.

“Kejaksaan hadir sebagai pengacara negara untuk mendampingi pemerintah, termasuk dalam mitigasi risiko dan pendampingan hukum,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan hukum dan mediasi bagi pelaku usaha yang belum memenuhi kewajiban pajak.

“Pajak merupakan kewajiban yang diatur undang-undang dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” katanya.

Sinergi untuk Pariwisata Samosir yang Lebih Maju

Menurut Diskominfo Samosir, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong transformasi pariwisata Samosir menjadi lebih modern, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

Dengan dukungan digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, serta kepatuhan pajak, Samosir optimistis dapat menjadi destinasi unggulan yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.