Tapanuli Tengah - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu (28/3/2026) menyebabkan banjir di sejumlah daerah.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Tengah (BPBD) langsung menurunkan tim reaksi cepat guna melakukan evakuasi warga.
Banjir di Kecamatan Sarudik, Ratusan KK Terdampak
Plh Kepala BPBD Tapanuli Tengah, Adriasnyah Harahap, menjelaskan bahwa hujan deras mulai turun sekitar pukul 18.00 WIB di wilayah Kecamatan Sarudik.
Satu jam kemudian, air mulai meluap dan menggenangi rumah warga di beberapa kelurahan, termasuk Pondok Batu dan Pasir Bidang. Ketinggian air bahkan mencapai paha orang dewasa.
Banjir mulai berangsur surut sekitar pukul 00.00 WIB. Dalam kejadian ini, tim BPBD berhasil mengevakuasi enam warga, termasuk satu bayi, ke tempat yang lebih aman.
Diperkirakan sekitar 250 kepala keluarga terdampak, namun tidak ada laporan korban jiwa.
Tapian Nauli Ikut Terdampak, Air Cepat Surut
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tapian Nauli. Hujan deras yang turun sejak pukul 18.00 WIB membuat air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB.
Empat lingkungan terdampak, yakni Dusun 1 hingga Dusun 4, dengan ketinggian air mencapai semata kaki orang dewasa.
Beruntung, air cepat surut sekitar pukul 20.00 WIB. Total sekitar 150 kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini.
Tim Gabungan Siaga Evakuasi Warga
Tim BPBD bersama unsur Satuan Polisi Pamong Praja Tapanuli Tengah melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi keamanan.
Meski tim siap melakukan evakuasi, sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.
Evakuasi Gunakan Perahu Karet
Dalam proses evakuasi di wilayah terdampak, BPBD menggunakan perahu karet untuk menjangkau area yang tergenang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plh Kepala BPBD bersama jajaran, termasuk Erianto Tambunan dan Ricko Simare-mare, serta didukung oleh tim Satpol PP.
Upaya Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana
menurut Diskominfo Tapteng, langkah cepat yang dilakukan BPBD menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana guna meminimalisir risiko yang lebih besar.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah rawan banjir.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, demi menjaga keselamatan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.




