64 Dusun di Tapteng Masih Gelap! Pemkab Bergerak Gandeng PLN Wujudkan Listrik Merata

By Parlindungan - Tuesday, 28 April 2026
Pemkab Tapteng mengajukan proposal pembangunan listrik desa ke PT PLN UP3 Sibolga
Pemkab Tapteng mengajukan proposal pembangunan listrik desa ke PT PLN UP3 Sibolga

Tapteng -  Puluhan Dusun di Tapteng Belum Teraliri Listrik 

Sebanyak 64 dusun dan lingkungan di Kabupaten Tapanuli Tengah hingga kini belum menikmati aliran listrik. Rinciannya terdiri dari 59 dusun dan 5 lingkungan yang sejak lama belum tersentuh distribusi energi, bahkan sebelum bencana banjir bandang dan longsor melanda wilayah tersebut.

Kondisi ini masih berlanjut hingga masa transisi pemulihan pascabencana, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pemkab Tapteng Ajukan Proposal ke PLN

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah di bawah kepemimpinan Masinton Pasaribu mengambil langkah konkret dengan mengajukan proposal pembangunan listrik desa ke PT PLN (Persero).

Pengajuan dilakukan langsung oleh Plh. Kadis PMD Tapteng Ernita Naibaho bersama Plh. Kadis Kominfo Budi Joniar H Siahaan kepada Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, pada Senin (27/4/2026).

Listrik Jadi Kunci Pembangunan Daerah

Dalam penyampaiannya, Ernita menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan kemajuan daerah.

“Kami ingin seluruh wilayah Tapteng bisa menikmati listrik. Karena listrik bukan hanya penerangan, tetapi juga mendorong perkembangan pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas dinas telah dilakukan sejak awal guna memastikan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah.

Dorong Akses Internet dan Telekomunikasi

Senada, Budi Joniar menyoroti pentingnya listrik dalam mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah yang masih blankspot.

“Listrik menjadi syarat utama pembangunan menara telekomunikasi. Dengan adanya listrik, akses internet di desa-desa terpencil dapat segera terwujud,” tuturnya.

Ia juga meminta percepatan pemulihan listrik di sejumlah desa terdampak bencana, terutama di wilayah yang akses jalannya sudah mulai terbuka.

PLN Siap Dukung, Namun Hadapi Tantangan Lapangan

Menanggapi usulan tersebut, pihak PLN menyatakan komitmennya untuk mendukung program elektrifikasi desa di Tapteng.

“Kami sangat merespons baik usulan ini. PLN terus berupaya melistriki wilayah yang belum terjangkau,” ujar Bachtiar.

Namun demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan, seperti kondisi tanah yang labil pascabencana dan keterbatasan akses distribusi material.

Prioritas Wilayah Siap Infrastruktur

PLN akan memprioritaskan pembangunan di wilayah yang telah memiliki kesiapan lahan serta akses transportasi yang memadai untuk mempercepat proses instalasi jaringan listrik.

Sejumlah wilayah bahkan telah mulai ditangani dan diproyeksikan segera menikmati aliran listrik, seperti Dusun III Desa Saragih Timur, Dusun IV Unte Mungkur, serta Muara Godang Tapian Nauli IV.

Harapan Terang untuk Masa Depan Tapteng

Dalam keterangan tertulis Dikominfo Tapteng mengatakan sinergi antara Pemkab Tapteng dan PLN diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka peluang kemajuan di berbagai sektor.

Dengan hadirnya listrik, masyarakat tidak hanya mendapatkan penerangan, tetapi juga akses terhadap teknologi, pendidikan, dan peningkatan taraf hidup yang lebih baik di masa mendatang.