Medan – Sebanyak 3.000 personel dari 21 kecamatan se-Kota Medan dikerahkan dalam kegiatan Gotong Royong Raya yang dipusatkan di Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (27/12/2025). Aksi kolaboratif ini menjadi yang pertama kali digelar secara serentak lintas kecamatan di Kota Medan.
Gotong Royong Raya difokuskan di Medan Helvetia karena wilayah tersebut terdampak banjir cukup parah, khususnya di Kelurahan Tanjung Gusta dan Kelurahan Cinta Damai. Seluruh personel dari berbagai kecamatan diturunkan untuk membantu penanganan lingkungan dan pemulihan kawasan terdampak.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel bersama yang dipimpin langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Lapangan Sepak Bola Balai Desa, Kelurahan Helvetia.
Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna khusus dan berbeda dari gotong royong pada umumnya.
“Ini bukan sekadar gotong royong massal, melainkan Gotong Royong Raya. Untuk pertama kalinya di Kota Medan, seluruh kecamatan bersatu dan bekerja bersama membantu satu kecamatan,” kata Rico Waas.
Ia menjelaskan, Gotong Royong Raya merupakan cerminan semangat Medan untuk Semua, tanpa sekat wilayah maupun ego sektoral. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi pascabencana.
“Hari ini Medan Helvetia membutuhkan dukungan kita semua. Mari bekerja bersama agar masyarakat melihat dan merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka,” ujarnya.
Usai apel, Wali Kota Medan menginstruksikan seluruh personel langsung bergerak menuju titik-titik yang telah ditentukan. Kegiatan difokuskan pada pembersihan saluran drainase yang mengalami pendangkalan, pengangkatan sampah dan rumput liar di lingkungan permukiman warga, serta penataan kawasan agar lebih bersih, rapi, dan aman.
Melalui Gotong Royong Raya ini, Pemerintah Kota Medan berharap percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir dapat segera terwujud sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antarwilayah di Kota Medan.




