Simalungun - Menjelang peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar kegiatan ziarah ke makam para leluhur Raja Marpitu. Tradisi sakral ini berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian menyambut hari bersejarah tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual dan budaya bagi masyarakat Simalungun. Dalam rombongan tampak Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih dan Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga unsur Forkopimda dan juga sejumlah pejabat.
Rangkaian Ziarah ke Makam Raja Marpitu
Rombongan Pemkab Simalungun melakukan ziarah ke sejumlah makam raja yang tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya Makam Raja Raya di Kecamatan Raya, Makam Raja Panei di Kecamatan Panombeian Panei, Makam Raja Tanah Jawa di Kecamatan Tanah Jawa, Makam Raja Purba di Kecamatan Purba, hingga Makam Raja Silimakuta di Kecamatan Pamatang Silimahuta.
Selain itu, ziarah juga dilakukan ke Makam Raja Dolog Silou di Kecamatan Dolog Silou, serta Makam Raja Siantar Sangnaualuh Damanik yang berada di wilayah Bengkalis, Riau, dan Kota Pematangsiantar.
Ritual Sakral Penuh Makna
Setiap rangkaian kegiatan diawali dengan ritual adat Maranggir dan Mamuhun. Prosesi ini merupakan bentuk doa serta permohonan restu kepada para leluhur agar seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi berjalan lancar.
Sebagai penutup, dilakukan simbolisasi tabur bunga di setiap makam yang dikunjungi sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kepada para raja terdahulu.
Mengundang Restu dan Kehadiran Leluhur
Secara tradisional, ziarah ini juga memiliki makna mendalam, yakni sebagai bentuk “mengundang” para leluhur dan ahli waris untuk turut hadir secara spiritual dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun.
Seperti disampaikan dalam nilai adat yang dijunjung tinggi, “ziarah ini bukan sekadar penghormatan, tetapi juga permohonan agar para leluhur meridhai dan memberkati seluruh rangkaian perayaan yang akan digelar.”
Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat hubungan antara generasi masa kini dengan warisan leluhur Simalungun.




