Pematangsiantar – Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Batavia, Jalan Gereja, Kota Pematangsiantar, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi P3BP untuk memperkuat konsolidasi organisasi, melestarikan warisan budaya, serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Rakernas secara resmi dibuka oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, S.I.P., M.Si.
Ketua Umum P3BP, Jauliman Purba, S.E., Ak., M.Si., C.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakernas bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah-langkah nyata bagi kemajuan P3BP.
“Rakernas hari ini merupakan implementasi dari Peraturan Dasar organisasi melalui Rapat Bolon yang wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun. Forum ini diharapkan melahirkan ide, gagasan, dan evaluasi yang jujur demi kemajuan Purba Pakpak ke depan,” ujarnya.
Menurut Jauliman, terdapat tiga fokus utama yang menjadi pembahasan dalam Rakernas, yakni penguatan organisasi, pengembangan Rumah Bolon sebagai simbol budaya, serta optimalisasi badan-badan organisasi guna menjaga akselerasi program kerja P3BP.
Ia juga menegaskan komitmen P3BP untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di Kota Pematangsiantar maupun Kabupaten Simalungun.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, S.H., mengapresiasi terselenggaranya Rakernas tersebut.
Ia menilai forum tersebut menjadi sarana penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun strategi organisasi ke depan.
“Kami meyakini Rakernas ini menjadi wadah untuk menyampaikan informasi program yang telah berjalan dan merancang langkah-langkah strategis bagi kemajuan organisasi. Kami berharap P3BP semakin solid, mampu saling mendukung dalam suka dan duka, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Sekda Mixnon Andreas Simamora turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Rakernas yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus P3BP yang telah dilantik pada 4 April 2026 lalu.
Menurutnya, P3BP memiliki nilai historis yang sangat penting karena berakar dari keturunan Ompung Tuan Raendan atau Tuan Parultop-ultop Purba Pakpak yang memiliki peran besar dalam sejarah Kerajaan Purba di Tanah Simalungun sejak abad ke-16.
“Warisan sejarah tersebut merupakan bagian dari cagar budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. P3BP memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pembangunan masyarakat,” kata Mixnon.
Ia juga mengapresiasi tema Rakernas, “Marhidorat Bani Simalungun”, dengan subtema “Anggo Lang Hita Ise Be, Anggo Lang Sonari Attigan Be” yang bermakna ‘Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi’.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi bersama elemen masyarakat yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Selain agenda sidang dan diskusi komisi, Rakernas juga diisi seminar bertajuk “Rumah Bolon Dulu, Sekarang, dan Nanti” yang menghadirkan narasumber dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Simalungun.
Seminar tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat upaya pelestarian budaya sekaligus merancang pengembangan warisan leluhur yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui Rakernas ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis dan deklarasi budaya yang mampu memperkuat organisasi, menjaga warisan budaya Purba Pakpak, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, S.H., M.H., serta jajaran pengurus dan anggota P3BP dari berbagai wilayah di Indonesia.[]




